suplemenku-jaket-lari

Belum lama ini ada kejadian yang menarik di tempat saya latihan. Pada waktu saya melakukan kardio, ada salah seorang member yang juga berlari dengan menggunakan jaket yang mirip seperti jaket anti hujan. Lalu saya berpikir “tempat gym ini sudah panasnya bukan main, kenapa dia masih pakai jaket seperti itu?” Singkat cerita saya pulang ke rumah dan kejadian tersebut masih terngiang-ngiang di kepala saya. Lalu saya teringat dengan teman saya yang juga pernah melakukan hal yang sama. Katanya, dengan menggunakan jaket seperti itu, weight loss bisa terjadi dengan cepat.

Lalu apakah benar menggunakan jaket pada saat berlari bisa membantu menurunkan berat badan? Yuk kita bahas.

Asal mula penggunaan jaket pada saat berlari

Sebenarnya, menggunakan jaket pada saat berlari bisa dikatakan sebagai salah satu konsep pemikiran yang salah. Mungkin hal ini disebabkan oleh media yang selalu mempublikasikan iklan-iklan brand olahraga yang selalu menampilkan orang berlari dengan menggunakan jaket.

 Penggunaan jaket ini sendiri sebenarnya dikhususkan bagi mereka yang tinggal di negara empat musim. Tujuannya adalah agar memungkinkan mereka untuk tetap berolahraga pada saat musim dingin. Bayangkan saja jika mereka harus berlari dengan menggunakan satu kaos pada suhu dibawah 10 derajat celcius atau bahkan terkadang sampai minus. Tentu banyak orang akan tidak mau berolahraga.

suplemenku-jaket-lari-3.jpg

Oleh karena itu, wajarlah jika produsen baju olahraga mengiklankan jaket-jaket mereka dengan model yang sedang berlari. Namun bukan berarti ini adalah hal yang bisa diadopsi pada semua orang, khususnya yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia.

Miskonsepsi

Mungkin, alasan utama pemakaian jaket pada saat berlari juga bukan bermula karena pengaruh iklan. Tetapi yang paling umum didengar adalah “menggunakan jaket akan membuat kita berkeringat lebih banyak, dan menurunkan berat badan”. Disinilah miskonsepsi yang sebenarnya.

“Berkeringat tidak membuat berat badan tubuh turun”

 

Inilah pengertian yang sering keliru di dalam dunia fitness. Banyak sekali yang berpikir, jika tubuhnya berkeringat sampai seperti habis diguyur hujan, artinya tubuh mereka sudah membakar banyak lemak.

suplemenku-jaket-lari-2

The truth about sweat

Keringat yang diproduksi tubuh sebenarnya adalah bentuk perlindungan tubuh terhadap panas.

Untuk mudahnya, coba kita berjemur dibawah matahari panas. Tentu badan kita akan mengeluarkan keringat bukan? Padalah kita tidak melakukan apa-apa. Apakah artinya kita juga membakar lemak dengan berjemur? Tidak sama sekali.

Sekarang bayangkan jika tubuh tidak mengeluarkan keringat pada saat kita berjemur. Apa yang akan terjadi? Kulit akan menjadi terbakar.

Contoh dengan matahari adalah panas yang berasal dari luar tubuh. Lalu bagaimana dengan panas yang berasal dari dalam tubuh? Sama saja. Pada saat kita berolahraga, atau hanya berjalan, kita bisa berkeringat. Kenapa? Karena terjadi peningkatan suhu pada tubuh, dan secara otomatis tubuh memerintahkan kelenjar keringat untuk memproduksi keringat untuk menjaga suhu tubuh tetap normal.

Bahaya menggunakan jaket pada saat berlari

Sekarang setelah kita mengetahui fungsi dari keringat, mari kita lihat bahaya apa yang terjadi ketika tubuh sudah mengantisipasi perubahan temperature dan kita memaksa tubuh kita untuk bekerja dalam kondisi panas.

suplemenku-jaket-lari-4

Yang pertama adalah Dehidrasi, kondisi dimana tubuh kita kekurangan air. Jangan pernah menganggap remeh dehidrasi. Dehidrasi dalam jangka waktu yang berkepanjangan bisa menyebabkan penyakit kronis seperti pembengkakkan otak, kejang-kejang, gagal ginjal, penurunan volume darah.

Tahukah anda bahwa rasa haus yang kita rasakan itu sudah masuk tahap pertama dehidrasi?

suplemenku-jaket-lari-5

Yang kedua adalah overheating. Sama seperti mobil yang dipaksa untuk terus melaju dengan kencang namun tidak memiliki air di radiatornya, apa yang akan terjadi? Jika beruntung, mesin tersebut akan mati, tetapi paling buruknya mesin tersebut bisa meledak.

Jika pada saat overheating kita masih belum meminum air, maka bisa berakibat heat stroke (keadaan emergensi). Jika masih didiamkan, bisa terjadi kenaikkan temperature tubuh. Gejala-gejala yang terjadi biasanya adalah pusing kepala, rasa panas, kulit kering. Heat stroke bisa berujung pada kematian jika tidak ditindak.

Cara yang lebih bijak

Balik lagi ke miskonsepsi tentang berkeringat. Berkeringat tidak akan membuat berat tubuh turun. Bisa turun, tetapi hanya seketika saja. Mengapa demikian? Karena tubuh kehilangan air dan akan segera tergantikan pada saat kita minum air lagi.

Jika memang menurunkan berat badan adalah gol anda, saya anjurkan untuk melakukan kontrol terhadap diet anda. Pertama-tama adalah dengan mengetahui jenis badan yang anda miliki (baca: artikel). Setelah itu ambil tindakan-tindakan yang diperlukan.

Selain itu, lebih baik untuk menurunkan berat badan secara bertahap dibandingkan turun dalam sekejap tetapi hanya sementara.

Suplemen yang membantu Anda memaksimalkan pembakaran lemak Anda saat cardio atau aktivitas adalah Fatburner :

suplemenku-hydroxycut-nextgen


Yang dapat diambil dari artikel ini:

  • Berkeringat tidak membuat weight loss
  • Keringat memiliki fungsi defensif, untuk melindungi tubuh dari panas baik yang berasal dari dalam maupun luar tubuh.
  • Memaksakan tubuh berolahraga pada kondisi yang sangat panas bisa berakibat fatal.
  • Jika ingin menurunkan berat badan, kenalilah badan yang dimiliki dan ambil langkah-langkah yang perlu dilakukan.
  • Lebih baik mengurangi berat badan secara berkala tetapi permanen dibandingkan sekejap, sementara dan beresiko tinggi.

Artikel terkait:

By: Calvin Chiu

 

 

Please follow and like us: