Yang dapat diambil dari artikel ini:

  • HIIT adalah jenis kardio yang menggunakan 100 persen kemampuan kita dalam jangka waktu singkat yang diikuti dengan sedikit waktu pemulihan aktif.
  • HIIT memiliki efek EPOC (Excess post-oxygen consumption) atau yang kita kenal sebagai efek afterburn. Pembakaran tetap berlangsung setelah latihan selesai.
  • HIIT menjaga massa otot. Tubuh tidak memiliki alasan untuk menyimpan otot jika tidak melakukan aktivitas berat.
  • Hemat waktu. satu sesi HIIT berpotensi membakar jumlah kalori lebih banyak dari SSC (berikut EPOC).
  • Lakukan SSC setelah latihan angkat beban.
  • HIIT dilakukan dengan mendedikasikan satu waktu khusus hanya untuk melakukan HIIT.

 

Setelah sebelumnya kita membahas tentang SSC, kita sekarang akan mencoba menelaah tentang HIIT (High Intensity Interval Training).

HIIT adalah metode kardio yang menggunakan 100 persen kemampuan kita dalam jangka waktu singkat yang diikuti dengan sedikit waktu pemulihan aktif. Untuk mendemonstrasikannya saya akan mengambil contoh Sprint. HIIT dengan sprint dilakukan sepert ini, contohnya, lari selama satu menit dengan kecepatan maksimal yang dapat dilakukan kemudian diikuti pemulihan aktif. Pemulihan aktif bisa bervariasi dari satu orang ke yang lainnya. Inilah contoh jenis latihan HIIT yang paling mudah untuk dilakukan.

Lalu apa kelebihan HIIT sehingga layak dilakukan? Bukankah SSC ketika dilakukan dengan heart rate tertentu akan bisa menargetkan pembakaran lemak secara langsung? Pernyataan ini tidak salah, namun perlu kita ingat bahwa lemak dan otot di dalam tubuh manusia tidak bisa dipisahkan. Ketika kita kehilangan lemak pada tubuh, otot pun akan kehilangan massa ototnya bersamaan dengan lemak. Seberapa signifikan tubuh kita kehilangan massa otot tergantung pada beberapa faktor seperti latihan beban yang kita lakukan dan juga asupan nutrisi dan waktu istirahat.

suplemenku-ssc-hiit-8Yang pertama, HIIT layak dilakukan dikarenakan oleh faktor EPOC (excess post-oxygen consumption). Inilah yang disebut sebagai efek afterburn, dimana proses pembakaran lemak tidak berhenti saat HIIT berhenti dilakukan. Bagaimana bisa? Ketika kita melakukan aktivitas aerobic seperti berjalan santai, tubuh tidak akan kekurangan oksigen. Karena itu pembakaran lemak pada tubuh terjadi hanya pada saat kita melakukan aktivitas yang berintensitas rendah.

Namun pada saat kita melakukan aktivitas berintensitas tinggi, tentu tubuh kita memerlukan oksigen yang lebih banyak. Begitu banyaknya sampai tubuh kita berada pada kondisi oxygen deficit (kondisi kekurangan oksigen). Kondisi kekurangan oksigen kemudian dikejar pada saat aktivitas intensitas tinggi berakhir. Oleh karena itu pembakaran masih terus berlangsung walaupun sesi HIIT telah berakhir.

Kedua, HIIT juga mengeliminasi lemak tanpa (sedikit sekali jika ada) mengurangi massa otot. Hal ini disebabkan karena HIIT sama seperti latihan angkat beban hanya dengan waktu istirahat yang minim.

suplemenku-ssc-hiit-9

Perlu kita ingat bahwa tubuh kita sangat menyukai lemak. Makanan apapun yang kita makan cenderung disimpan sebagai lemak dibandingkan otot. Otot hanya diperlukan oleh tubuh ketika kita melakukan aktivitas berat. HIIT dipakai sebagai alasan bagi tubuh kita untuk menjaga massa otot. Karena itu, jika kita ingin terlihat berotot namun memiliki badan kering, lakukanlah HIIT.

Ketiga, HIIT lebih hemat waktu. Ketika kita melakukan HIIT, mungkin kalori yang terpampang pada treadmill sama dengan ketika kita melakukan SSC dalam jangka waktu yang sama. Namun jangan lupa bahwa tubuh kita masih terus membakar kalori setelahnya. Karena itu, katakan sesi selama 30 menit HIIT membakar 300 kalori, dan setelahnya (bisa berlangsung sampai 48 jam) masih terus membakar katakan 300 kalori (hanya asumsi), artinya kita membakar 600 kalori hanya dalam satu sesi (30 menit) saja.

suplemenku-ssc-hiit-10

Beberapa kelebihan tersebut bagi saya pribadi adalah yang menjadi alasan utama mengapa saya melakukan HIIT. Tidak seperti SSC, HIIT bukanlah latihan yang mudah untuk dilakukan. HIIT bagi kebanyakkan orang mungkin hanya akan dipakai selama beberapa bulan pertama kemudian kita akan mulai meninggalkan metode ini.

HIIT dan SSC memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Mungkin ada dari kita yang berfikir, HIIT lebih efektif atau sebaliknya. Tidak ada yang salah dengan pernyataan itu. Tetapi HIIT dan SSC sudah melalui banyak riset ilmiah dan hasil dari riset sudah banyak diterbitkan. Tidak pernah dikatakan bahwa satu metode lebih superior dibandingkan yang lain. Oleh karena itu saya menyarankan untuk melakukan keduanya.

Cara mengeksekusinya pun cukup mudah. Ketika kita ingin melakukan kardio setelah latihan angkat beban, pilihlah SSC. Mengapa? Karena glycogen pada tubuh kita sudah sedikit. Namun jika ada satu atau dua hari kita pergi ke gym hanya untuk melakukan kardio, lakukanlah HIIT. Pastikan untuk makan terlebih dahulu sebelum melakukan HIIT karena kita tidak ingin HIIT menjadi bumerang bagi tubuh kita (mengkonsumsi otot).

Untuk mencegah terjadinya katabolik, kami menyarankan anda untuk mengkonsumsi BCAA yang memiliki kandungan leucine yang tinggi. Rekomendasi dari kami adalah:

xtend-bcaaSCIVATION Xtend BCAA

suplemenku-platinum-bcaaMUSCLETECH Platinum BCAA

suplemenku-evl-bcaa-5000EVL BCAA 6000

Selain itu, protein cepat serap juga bisa dipakai setelah latihan. Rekomendasi kami adalah:

suplemenku-iso-100DYMATIZE ISO 100

Iso-HD-500x500BPI ISO HD

suplemenku-on-whey-gold-5lbON WHEY GOLD STANDARD

By: Calvin Chiu